Calculator Keuangan

•December 2, 2011 • Leave a Comment

Hi para pembaca blog,

 

Mari kita “ http://www.tdwclub.com/mengatur-keuangan” Mengatur Perencanaan Keuangan Pribadi secara GRATIS, sehingga bisa mengatur keuangan pribadi menjadi jauh lebih baik dan bertumbuh semakin sejahtera. segera kunjungi http://www.tdwclub.com/mengatur-keuangan

 

beberapa hal yang bisa kita dapatkan ketika melakukan analisa ini di tdwclub.com adalah

kita bisa mengetahui posisi keuangan kita saat ini sudah sampai mana. karena tanpa mengetahui posisi kita dimana yang sebenarnya, menggunakan peta secanggih apapun untuk mencapai impain anda sama saja tidak ada gunanya.

 

Kedua dengan mengetahui posisi keuangan kita disini, akan jauh lebih realistik dalam membuat peta perjalanan keuangan anda. karena anda sudah tau betul sejauh mana dan secepat anda bisa melaju. Nah masih banyak hal lain lagi yang bisa anda pelajari, segera kunjungi dan dapatkan manfaat dari program komplimen dari tdwclub.com

MPD ( Mekanisme Pertahanan Diri)

•July 8, 2010 • Leave a Comment

Habis Chat sama Yayank, Saya jadi teringat dulu ketika masih di kawah candradimuka, diajari apa yang namanya Mekanisme Pembelaan Diri (sering disingkat dengan MPD).

Self Defence Mechanism – Alat Pelindung Psikis

Dalam ilmu psikologi Self Defence Mechanism adalah proses mental dari pembohongan-diri untuk mengurangi pikiran yang mencemaskan, kenangan buruk atau keadaan yang mengancam ego seseorang.

Perasaan khawatir adalah insting normal terhadap adanya ancaman. Adrenalin yang meningkat, perasaan selalu siap siaga dan jantung yang berdebar sebenarnya insting untuk mempertahankan diri untuk survive. Namun kekhawatiran yang berkepanjangan akan menyebabkan tubuh lelah, meningkat menjadi cemas dan dapat menimbulkan stress. Dan stress adalah pemicu penyakit psikosomatis.

Maka Self Defense Mechanism adalah sistem penipuan pikiran yang berfungsi meredakan kekhawatiran dan stress dengan cara pengalihan. Beberapa diantaranya yang popular antara lain :

Tingkat Neurotic – Multiple Personality Disorder

Lolita, seorang Ibu merasa sangat lelah menghadapi 3 orang anak lelaki yang sangat nakal. Suami selalu pulang malam dan krisis yang menghadang sedikit mengganggu perekonomian rumah tangga. Saat ke psikolog, dalam kondisi hipnotis Ia dipersilakan mengatakan apapun. Tiba-tiba Ia mengaku menjadi seorang single bernama Tika, tinggal di apartemen dan mengaku pernah mengenal seseorang bernama Lolita. Ia mengatakan kasihan dengan hidup Lolita dan menghabiskan sesi hipnotis menjelek-jelekkan suami Lolita.

Psikolog mengkhawatirkan bahwa karakter Tika akan menguat mengalahkan Lolita, dan dengan tekanan Tika akan mengambil alih tubuh Surti untuk melarikan diri ke suatu kota, berganti nama menjadi Tika dan melupakan Lolita di pojok gelap psikologi sebagai sebuah kenangan buruk yang harus segera dihapus. Self Defence Mechanism secara ekstrem bekerja melindungi tubuh dari trauma sebagai Lolita dan mengembangkan impian terpendam sebagai Tika yang terkekang norma untuk mengambil alih tubuh Lolita.

Tingkat Normal – Represi, Rasionalisasi, Displacement, Projection

1. Represi merupakan DM (Defence Mechanism) yang paling sering dilakukan. Pikiran melakukan blok terhadap kenangan buruk, mengalihkannya pada hal-hal yang menyenangkan. Tanpa represi seseorang yang putus cinta akan sakit hati berbulan-bulan. Seseorang yang fungsi represinya terganggu seringkali membutuhkan obat untuk represi. Istilah ini disebut dengan Supression (pemaksaan represi menggunakan media bantu)
2. Projection, yaitu mengarahkan emosi kepada orang lain. Seringkali saat kita merasa jengkel atau marah ketika menjumpai orang lain yang sedang stress dalam pekerjaannya yang tidak mengacuhkan kita, kemudian kita pun langsung memberikan tuduhan bahwa orang itu marah terhadap kita karena saat diajak berbicara tidak merespon.
3. Rasionalisasi, yaitu melakukan alasan atau pembenaran terhadap kegagalan atau suatu hal yang tidak dicapai untuk mencegah perasaan kecewa berkepanjangan. Seseorang yang putus cinta dengan pasangan yang menurutnya sempurna seringkali menjalin hubungan dengan orang yang secara kualitas jauh dibawah mantannya untuk menghindari sakit hati. Atau contoh lain yang sering kita alami misalnya : ketika kita melihat ada anak muda jadi pengusaha kaya, kita kerap menyimpulkan langsung bahwa dia pasti anak pengusaha. Ketika ada pejabat kaya, tuduhan langsung adalah pasti korupsi. Sebuah pembenaran bahwa tidak menjadi pengusaha muda atau pejabat kaya adalah hanya karena bukan anak pengusaha atau tidak korupsi.
4. Displacement. Pernahkah Anda melihat blog yang berisi tulisan-tulisan mengenai sumpah serapah, blog berisi puisi cinta mati, atau perahkah Anda mendengar ada seseorang yang pergi meninggalkan pekerjaan untuk berkelana keliling dunia? Itu adalah sebuah Displacement, memindahkan energi amarah dan cemas ke dalam aktivitas lain sebagai penyaluran.

Self Defence Mechanism adalah sebuah disiplin dalam ilmu psikoanalisa yang dikembangkan oleh Sigmund Freud. Bukan hanya psikolog, tapi Anda pun bisa mempelajari ini untuk memahami perilaku orang-orang di sekitar anda dan mencoba berempati saat mereka terpaksa melakukan ini. Ketika timbul suatu dorongan atau kebutuhan, manusia yang normal akan cenderung untuk menghilangkan atau mengurangi tingkat ketegangan tersebut dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan seperlunya. Dalam beberapa hal, karena berbagai alasan kebutuhan-kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi, akibatnya ia harus belajar untuk mengganti objek yang diinginkannya tersebut agar ketegangan tersebut dapat menurun atau hilang dalam dirinya (Defense Mechanism)

Freud menyebutnya defense mechanism sebagai strategi yang tidak disadari yang digunakan oleh orang untuk mengatasi emosi negatif. Strategi terfokus hanya pada emosi itu tidak mengubah situasi stres, mereka semata-mata mengubah cara orang menghayati atau memikirkan situasi. Jadi, semua mekanisme pertahanan melibatkan suatu elemen penipuan diri (self-deception)

Kita semua menggunakan mekanisme pertahanan ini untuk membantu kita mengatasi stres sampai kita dapat menghadapinya secara langsung. Mekanisme pertahanan menyatakan gangguan penyesuaian kepribadian (personality maladjustment) hanya jika menjadi cara dominan menanggapi masalah. Salah satu perbedaan antara mekanisme pertahanan dan strategi pemecahan masalah adalah merupakan proses yang tidak disadari, sedangkan strategi mengatasi masalah seringkali dilakukan secara sadar. Maka bila mekanisme ini dilakukan secara ekstrim dapat menyebabkan strategi pemecahan masalah secara sadar akan menjadi maladaptif.

Beberapa bentuk mekanisme pertahanan:

(1). Represi

Freud menganggap bahwa represi sebagai mekanisme pertahanan yang paling dasar dan yang paling penting. Dalam represi, impuls atau memori yang terlalu menakutkan atau menyakitkan dikeluarkan dari kesadaran. Memori yang menimbulkan rasa malu, bersalah, atau mencela diri, seringkali direpresi. Freud yakin bahwa represi impuls masa kanak-kanak tertentu terjadi secara universal.

Represi dijelaskan oleh Freud pada konflik oedipus, dimana anak laki-laki mengalami ketertarikan seksual pada ibunya dan menimbulkan persaingan dan permusuhan kepada ayahnya. seiring pertumbuhan, impuls tersebut direpresi untuk menghindari konsekuensi menyakitkan jika mewujudkan impuls tersebut. Pada perkembangan selanjutnya, perasaan permusuhan terhadap orang yang dicintai dan pengalaman kegagalan perlu dihapus dari memori sadar.

Represi berbeda dari supresi, Supresi adalah proses melepaskan kendali diri, mempertahankan impuls dan keinginan secara terkendali (menahan impuls tersebut secara pribadi sementara menyangkalnya di hadapan publik) atau secara sementara menyingkirkan memori yang menyakitkan. Individu menyadari pikiran yang disupresi tetapi sebagian besar tidak menyadari impuls atau memori yang direpresi.

Freud yakin bahwa represi jarang berhasil sepenuhnya, impuls yang direpresi mengancam masuk ke kesadaran; individu menjadi cemas (walaupun tidak menyadari alasannya) dan menggunakan beberapa mekanisme lain untuk mempertahankan impuls yang direpresi agar tidak masuk ke kesadaran.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahawa orang dengan gaya represif tampaknya memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap penyakit pada umunya, termasuk lebih sering mengalami penyakit jantung koroner dan perjalanan penyakit kanker yang lebih cepat. (Bonnano & Singer, 1990). Riset lain membuktikan bahwa orang yang menceritakan kepada orang lain tentang peristiwa traumatik dan emosi yang mereka alami sebagai reaksi terhadap peristiwa tersebut cenderung menunjukkan kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan orang tidak terbuka kepada orang lain (Pennebaker & Beall, 1986). Sebagai contoh, istri yang suaminya meninggal akibat bunuh diri lebih mungkin mengalami penyakit fisik selama bertahun-tahun setelah kematian suaminya jika mereka tidak pernah menceritakan kepada orang lain bahwa suaminya melakukan bunuh diri (Pennebaker & O’Heeron, 1984).

(2). Rasionalisasi

Rasionalisasi bukanlah berarti “bertindak secara rasional”, rasionalisasi adalah motif yang dapat diterima secara logika atau sosial yang dilakukan sedemikian rupa sehingga kita tampaknya berindak secara rasional. Rasionalisasi mempunyai dua fungsi: menghilangkan kekecewaan saat kita gagal mencapai tujuan dan memberikan motif ayng dapat diterima atas perilaku kita.

Saat mencari alasan baik ketimbang alasan sesungguhnya, orang sering membuat sejumlah dalih. Dalih tersebut biasanya masuk akal; hanya saja mereka tidak menceritakan keseluruhan cerita. Sebagai contoh; Seseorang yang gagal mengikuti ujian, “Kawan sekamar saya tidak membangunkan saya.” Alasan tersebut mungkin saja benar tetapi bukan merupakan alasan sesungguhnya atas kegagalan seseorang melakukan perilaku yang dimaksud. Individu yang benar-benar peduli akan memasang alarm jam atau meluangkan waktunya.

(3). Pembentukan Reaksi

Sebagian individu dapat mengungkapkan suatu motif bagi dirinya sendiri dengan memberikan ekspresi kuat pada motif yang berlawanan. Kecenderungan ini dinamakan pembentukan reaksi. Seorang ibu yang merasa bersalah karena ketidakinginannya mempunyai anak mungkin menjadi terlalu memperhatikan dan terlalu protektif untuk meyakinkan anak akan cintanya dan meyakinkan dirinya bahwa ia adalah ibu yang baik.

Sebagian orang yang berperang dengan semangat fanatik untuk melawan kekenduran moral, alkohol dan perjudian mungkin manifestasi pembentukan reaksi. Sebagianindividu tersebut mungkin memiliki latar belakang sulit dengan masalah tersebut dan mungkin merupakan cara untuk melindungi diri mereka sendiri terhadap kemungkinan kembali pada kebiasaan lama.

(4). Proyeksi

Semua orang memiliki sifat yang tidak diinginkan yang tidak kita akui, bahkan oleh diri sendiri. Salah satu mekanisme bawah sadar, proyeksi, melindungi kita dari mengetahui kualitas diri kita yang tidak layak dengan menampakan sifat itu secara berlebihan pada diri orang lain.

Contoh; misalkan Anda adalah seorang yang cenderung suka mengkritik atau tidak ramah pada orang lain tetapi Anda tidak mau mengakui kecenderungan itu. Jika Anda memperlakukan orang lain secara kasar, bukan berdasarkan kualitas buruk diri, Anda mengatakannya sebgai, “memberi mereka perlakuan yang pantas”. Proyeksi merupakan suatu bentuk rasionalisasi yang meresap dalam kultur kita, mekanisme ini terjadi secara begitu saja menempatkan sifat-sifat batin sendiri pada obyek di luar diri, sehingga sifat-sifat batin itu dihayati sebagai sifat-sfat orang lain diluar dirinya. Misalkan, seseorang yang membenci orang lain, tetapi ia menghayati orang lain itulah yang membenci kepadanya. Kultur melarang orang membenci orang lain.

(5). Intelektualisasi

Intelektualisasi adalah upaya melepaskan diri dari situasi stres dengan menghadapinya menggunakan istilah-istilah yang abstrak dan intelektual. Jenis pertahanan ini seringkali diperlukan oleh orang yang harus menghadapi masalah hidup dan mati dalam pekerjaannya. Dokter yang terus menerus berhadapan dengan penderitaan manusia tidak dapat berusaha untuk terlibat secara emosional dengan tiap pasiennya. Faktanya, suatu pembebasan (detachment) mungkin penting bagi dokter agar dapat berfungsi secara kompeten. Jenis intelektualisasi ini baru menjadi masalah jika ia menjadi gaya hidup yang meresap sehingga individu memutuskan dirinya dari semua pengalaman emosional.

(6). Penyangkalan

Jika realita eksternal terlalu tidak menyenangkan untuk dihadapi, orang dapat menyangkal terjadinya realita tersebut. Orangtua dari anak yang menderita penyakit mematikan mungkin menolak mengakui anaknya menderita penyakit serius, walaupun mereka telah mendapatkan informasi lengkap tentang diagnosa dan kemungkinan penyakitnya. Mereka tidak dapat mentoleransi kepedihan karena mengetahui realita, mereka menggunakan mekanisme pertahanan penyangkalan (denial). Bentuk penyakalan yang kurang ekstrim dapat ditemukan pada individu yang secara terus menerus mengabaikan kritik, tidak merasa orang lain marah kepada dirinya, atau membuang semua tanda yang menyatakan bahwa pasangannya berselingkuh.

Kadang menyangkal fakta mungkin lebih baik dibandingkan dengan menghadapinya. Pada krisis yang parah, penyangkalan memberikan waktu kepada orang untuk menghadapi fakta buruk dengan kecepatan yang lebih bertahap. Sebagai contoh, penderita stroke dan medula spinalis mungkin akan menyerah sama sekali jika mereka mengetahui sepenuhnya keseriusan kondisi mereka. Harapan memberikan mereka insentif untuk terus mencoba. Contoh lain adalah tentara yang menghadapi peperangan, penyangkalan kemungkinan mati membantu mereka untuk terus bekerja.

Pada situasi tersebut, penyangkalan jelas memiliki nilai adaptif. Di lain pihak, aspek negatif dari penyakalan menjadi jelas jika orang menunda-nunda mencari bantuan medis, seorang wanita meungkin menyangkal bila suatu ketika ia menemukan sebuah benjolan pada payudaranya sebagai suatu kemungkinan kanker dan dengan demikian terlambat menghubungi dokter.

(7). Pengalihan

Melalui mekanisme pengalihan (displacement), suatu motif yang tidak dapat dipuaskan dalam suatu bentuk diarahkan ke saluran lain. Contoh dari pengalihan adalah kemarahan yang tidak dapat diekspresikan kepada sumber frustrasi dan diarahkan ke pada obyek yang kurang mengancam.

Freud merasa bahwa pengalihan merupakan cara yang paling memuasakn untuk menangangani impuls agresif atau seksual. Dorongan dasar tidak dapat diubah, tetapi kita dapat mengubah obyek yang menjadi tujuan dorongan itu.

Impuls erotik yang tidak dapat langsung di ekspresikan dapat diekspresikan secara tidak langsung dalam aktivitas kreatif seperti seni, puisi dan musik. Impuls permusuhan mungkin menemukan ekspresi yang diterima secara sosial dengan peran serta dalam olahraga kontak.

Kecil kemungkinan pengalihan dapat menghilangkan impuls yang mengalami frustrasi akan tetapi aktiitas pengganti dapat membantu menurunkan ketegangan saat dorongan dasar terancam. Sebagai contohnya, aktivitas merawat orang lain atau mencari persahabatan dapat membantu menurunkan ketegangan yang berhubungan sosial yang tidak terpuaskan.

Belajar Meditasi

•February 23, 2010 • Leave a Comment

Untuk belajar memulai Meditasi biasanya Pemula seringkali mengalami kesulitan untuk mulai melakukan meditasi, tidak tahu harus dari mana dan bagaimana cara memulainya.

Inti dari meditasi adalah “Kesadaran” dan terdapat banyak cara untuk mencapainya, namun perlu di ingat bahwa meditasi tidak dapat dilakukan melalui jalan pintas namun melalui sebuah proses penempaan diri yang panjang dan membutuhkan kontinuitas.

Metode I : Menyadari Postur Tubuh Anda.
Sadari postur tubuh anda, pastikan pungung selalu tegak (tidak membungkuk) setiap saat dalam berbagai aktivitas, baik ketika berjalan, berdiri, maupun duduk. Bagi yang belum terbiasa dengan pungung tegak sedikit terasa berat diawal dan terasa pegal, ini adalah normal karena tulang punggung yang terlanjur membungkuk seperti di Strech kembali ke posisi yang seharusnya, namun setelah beberapa waktu dan terbiasa dengan pungung yang tegak, anda akan menyadari bahwa ternyata pungung tegak memberikan banyak keuntungan. Antara lain Postur tubuh yang baik, anda dapat menghindari sakit punggung akibat postur tubuh yang bengkok (terutama ketika semakin berumur), dalam berjalan / melakukan aktivitas dengan pungung tegak dapat memberikan kestabilan dalam posisi berdiri maupun melangkah, serta banyak hal lain. Bagi para praktisi Aikido dan umumnya praktisi Meditasi punggung tegak merupakan keharusan, karena postur tubuh yang baik selain membantu kestabilan juga membantu sirkulasi energi dan konsentrasi didalam tubuh.

Menyadari Postur Tubuh merupakan cara meditasi tahap awal yang sangat mudah dan dapat dilakukan dimana saja serta dapat dilakukan setiap saat.

Metode II : Meditasi Klasik.
Saya sebut meditasi klasik karena ini merupakan meditasi dengan teknik yang umum dilakukan, pertama cari tempat yang cukup tenang dan terbebas dari gangguan, lalu duduk dengan posisi “Padmasana” atau “Sidhasana”, mudahnya posisi duduk bersila ala “Buddha” atau duduk bersila biasa. Pastikan postur tubuh khususnya punggung dalam keadaan tegak tidak membungkuk namun tetap dalam kondisi rileks tidak tegang.

Untuk tangan ada beberapa gaya; tangan terbuka diletakkan di depan perut / bawah pusar. Atau bisa juga masing-masing diatas dengkul dengan posisi jari telunjuk dan jari jempol bertemu sementara 3 jari lainnya terbuka.

Dalam melakukan konsentrasi juga terdapat beberapa versi, intinya sama tinggal pilih cara yang lebih nyaman bagi anda untuk diikuti.

Gaya Klasik I :
Pusatkan konsentrasi awal pada pernapasan, saya tidak mengajarkan anda sebuah teknik pernapasan, tapi saya ingin anda bernapas biasa, namun sadarilah setiap tarikan udara yang masuk kedalam hidung; rasakan udara yang dingin, ketika menyentuh lubang hidung dan menjadi hangat ketika melewati saluran pernapasan, rasakan udara mengisi rongga paru-paru, sadari hangatnya udara yang keluar, sadari setiap detail yang bisa anda rasakan, jangan melakukan analisa apapun atas udara yang masuk atau keluar, analisa akan menyebabkan pikiran anda bekerja dan kesadaran terhenti sementara Meditasi adalah proses meningkatkan kesadaran dan mengendalikan pikiran kita. Lakukan teknik ini selama kurang lebih 15 menit setiap hari.

Gaya Klasik II :
Duduk bersila sambil memejamkan mata dan berkonsentrasi pada cakra “Ajna” yang terletak di dahi tepat ditengah atas batang hidung dan dikedua sisi alis mata. Selama berkonsentrasi anda akan merasakan beberapa sensasi atau gangguan seperti rasa gatal, seperti ada semut yang berjalan dibagian tubuh tertentu dll, sadarlah untuk tidak menggaruk, biarkan rasa itu ada dan jangan dilawan, namun sadarilah ada rasa gatal dibagian tersebut, rasakan dan perhatikan (tepatnya awasi) rasa gatal tersebut untuk beberapa saat hingga kesadaran berhasil mengambil alih, rasa gatal akan hilang dengan sendirinya.

Sensasi atau gangguan rasa gatal itu sendiri merupakan proses alami dari Pikiran kita untuk mengalihkan konsentrasi Kesadaran dan menggagalkan tujuan meditasi. Bila dalam tahapan ini anda menggaruk artinya anda melawan rasa gatal dan secara otomatis mengikuti keinginan dari Pikiran, secara otomatis Pikiran telah menguasai Kesadaran.

Metode III : Mengawasi atau Mengendalikan Pikiran
Mengawasi pikiran juga dapat dilakukan dimana saja, seringkali kita mendapatkan pikiran kita menginstruksikan sesuatu dan kita langsung melaksanakannya begitu saja tanpa menyadari. Mengawasi pikiran cukup mudah dilakukan seperti halnya ketika kita mengawasi dan berkonsentrasi ketika sedang bercakap-cakap dengan seorang teman, bedanya kita mengawasi pikiran kita yang bercakap-cakap dengan diri kita sendiri.

Contohnya : Dalam banyak kesempatan tanpa saya sadari sering mendahului kendaraan lain, terutama ketika berada di jalan tol atau berkendara. Belajar mengawasi pikiran adalah membiarkan setiap pikiran yang muncul dan menyadarinya, dengan contoh di atas ketika muncul pikiran Salib lewat kiri atau salib mobil didepan biar lebih cepat, saya hanya mengawasi pikirian tersebut muncul dibenak saya tanpa melakukan apa yang di-inginkan oleh pikiran tersebut, dengan menyadari hal tersebut saya dapat melihat dengan jelas bahwa sebetulnya saya tidak perlu menyalib mobil siapapun, kecepatan saya cukup dan jalan cukup lancar sehingga sebetulnya menyalib adalah suatu tindakan yang tidak diperlukan sama sekali. Setelah dua atau tiga kali pikiran yang sama berulang-ulang dan saya tetap dalam kesadaran yang sama maka pikiran akan berhenti mememerintahkan kita untuk menyalib.

Namun demikian pikiran seperti halnya roda yang akan tetap berputar mencari momentumnya, sehingga ketika kita berhenti mengawasi, pikiran akan mencoba kembali mengambil alih kesadaran.

Sebagai tambahan perlu disadari bahwa selama mengawasi pikiran kita tidak melawan, tidak melakukan analisa dan tidak menjawab dan tidak berargumentasi, benar-benar seperti seperti ketika kita sedang memperhatikan teman bercerita, fokus penuh untuk mengawasi apa yang disampaikan oleh Pikiran, biarkan pikiran bercakap-cakap sendiri.

Anda akan menemukan teknik ini cukup menarik dan lucu ketika anda menyadari bahwa pikiran ternyata berbicara / memerintahkan hal-hal yang sesungguhnya tidak diperlukan hanya untuk menunjukkan otoritas pikiran mengambil keputusan terhadap diri kita.
http://myunusw.wordpress.com/2008/05/05/memulai-meditasi/

Sepak Bola-Haram

•September 11, 2009 • 2 Comments

Tak henti-hentinya para mufti Wahhâbiyah mengocak perut kita dengan kegelian dan “humor Islami” melalui fatwa-fatwa idiot ala zaman batu, Kali ini permainan sepak bola menjadi sasarannya….

Para mufti Wahhâbiyah yang “jenius-jenius” itu telah meramu fatwa bahwa olah raga sepak bola haram hukumnya!!

Anda pasti kaget! Dan bertanya, “Mengapa sepak bola haram hukumnya?”

Jawabnya jelas! Sepak bola itu bid’ah! Dan setiap yang bid’ah itu dhalalah ! Dan semua nyang dhalalah itu nereka adalah tempatnya!

Jika Anda bertanya kepada mufti-mufti Arab gurun pasir gersang Najd, “Wahai tuan-tuan mufti yang mulia, mengapa tuan-tuan fatwakan sepak bola haram dan bid’ah? jangan-jangan Anda sirik karena tidak mampu berprestasi seperti Maradona, Ronaldinho, atu Pele !! Atau jangan-jangan tuan-tuan iri hati sebab di daerah tuan-tuan rumput tak pernah dapat tumbuh subur!?”

Maka mereka menjawabnya dengan santun dan penuh bijak, “Tidak… tidak anakku!! Bukan karena itu kami mengharamkannya. Bukan juga karena kami sudah tua dan tidak bisa bermain bola, apalagi sebagian kita kan buta jadi tidak tau di mana posisi bola! Bukan karena itu semua! Tetapi ketahuilah –ya waladi- sepak bola itu haram hukumnya karena bebarapa alasan. Karenanya Allah SWT mengharamkannya! Dan kami dipercaya Allah untuk menjadi penyambung suara Allah!!

Alasan-alasan itu sebagai berikut, tolong kamu perhatikan ya! Kata para mufti itu meminta:

Pertma, Sepak bola tidak ada di zaman para Khulafâ’ yang Râsyidîn dan para raja Islam. Ia datang dari tradisi Barat! (Baca ad Durar as Saniyyah,15/200-204) Tidakkah Anda mengetahui bahwa kita harus mengikuti jejak Salaf, syibran bi syibrin wa dzirâan bi dzirâin!!

Kedua, Olah raga sepak bola itu menyerupai kaum kafir; musuh-musuh Allah. (Ad Durar as Saniyyah,15/206) Apa Anda pernah menyaksikan atau membaca bahwa para wali Allah bermain bola?! Pernahkan Anda membaca bahwa para sahabat bermain sepak bola? Pernahkan Anda mendengar bahwa kaum Tabi’în bermain sepak bola?! Mereka itu adalah generasi terbaik Islam!! wali-wali (kekasih) Allah! Jadi jangan meniru musuh-musuh Allah! Lagi pula bermain bola dengan memakai qamis dan jubah serta mengenakan sorban itu akan membuat ribet kan? Pakai celana haram!! Apalagi celana pendek!!

Ketiga, Yang bermain sepak bola itu hanya orang yang kurang waras akal, alias sufahâ’!! (Ad Durar as Saniyyah,15/206). Akan lebih bijak apabila kalian meniru kami-kami para mufti yang berakal sehat dan bermental stabil ini!

Keempat: Sebagai bukti bahwa permainan ini menyerupai praktik orang-orang kafir, at tasyabbuh, adalah bahwa ia menyerupai pekerjaan orang-orang Amerika dalam meletakkan tiga serangkai kayu… Coba perhatikan tiang gawang sepak bola, ia menggunakan tiga kayu kan?!

Abu Salafy:

Setelah membaca alasan keempat ini, rasa humor saya hilang seketika, karena harus membayangkan gawang yang ideal untuk lapangaan sepak bola yang lebih pas dari yang ada sekaarang! Sampai detik ini saya belum menemukan rancangan yang pas untuknya! Mungkin arsitek Wahhâbiyah Arab ada yang mampu? Siapa tau? selamanya kecerdasaan mereka selalu dapat diandalkan!!

Kelima, Sepak bola menyebabkan seorang berjalan dan berlari dengan congkak di lapangan, padahal Allah telah melarangnya. Allah SWT berfiaman:

وَ لا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحاً إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَ لَنْ تَبْلُغَ الْجِبالَ طُولاً.

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong.” (QS. Al Isrâ;37)

Sedangkan seorang Muslim harus tawadhu’ (rendaah hati), berjalan menundukkan kepala ke bumi. (Baca: Ad Durar as Saniyyah,15/210)

Keenam: Bermain sepak bola itu termasuk al lahwu al bâthil (sendau gurau yang batil). Baca ad Durar as Saniyyah,15/210.

Jadi dari pada Anda membuang-buang waktu bermain bola dan tenggelam dalam kebatilan, lebih baik Anda bergabung dengan “Pasukan Garda Pengawal Tauhid” untuk menyerang kampung dan daerah kaum Muslimin yang Musyrikun itu! Lebih bermanfa’at apabila Anda gunakan waktu itu untuk menyisir daerah dan desa-desa kaum Muslimin yang Musyrikun itu untuk mengumpulkan pampasan perang dan menawan wanita-wanita untuk kita jadikan budak… kita nikmati mereka dan sekaligus kita beri mereka hidayah kepada Tauhid Murni!! Kita akan mendapatkan dua kenikmatan dan kebahagian; dunia dan akhirat!!

Dan masih banyak sebab dan alasan lainnya!

Inilah fatwa-fatwa Wahhâbiyah pewaris Islam sejati!!

Selamat menjalankan fatwa-fatwa di atas!

Menentukan Jenis Kelamin Anak

•June 9, 2009 • 2 Comments

why-we-love-who-we-love-01-af

JANGAN buru-buru ceraikan pasangan Anda karena dianggap tidak bisa melahirkan anak dengan jenis kelamin tertentu. Menurut dr. Boyke Dian Nugraha, pihak laki-laki lebih menentukan jenis kelamin yang akan dilahirkan seorang ibu. “Wanita itu netral dalam menentukan jenis kelamin bayi,” tambahnya. Bila ingin merencanakan untuk mempunyai anak berjenis kelamin tertentu, ada sejumlah cara ilmiah yang disarankan dr. Boyke.

Untuk mendapatkan bayi laki-laki :

1. Ayah sebaiknya menjalani tiger diet atau makan banyak daging

2. Ibu sebaiknya banyak mengonsumsi sayur mayur dan buah-buahan

3. Vagina dibasuh dengan air hangat dicampur dengan baking soda 15 menit sebelum berhubungan. Tujuannya adalah menjaga agar daerah vagina bersifat basa.

4. Hubungan seks dianjurkan dilakukan pada masa subur setelah ovulasi terjadi atau hari ke-15 atau ke-16.

Untuk mendapatkan bayi perempuan :

1. Ayah sebaiknya banyak makan sayur mayur dan buah.

2. Ibu sebaiknya banyak mengonsumsi daging.

3. Vagina dibasuh dengan air hangat dicampur dengan cuka dapur 15 menit sebelum berhubungan. Tujuannya adalah menjaga agar daerah vagina bersifat asam.

4. Hubungan seks dianjurkan dilakukan sebelum ovulasi atau hari ke-12 atau ke-13.